Selasa, 09 Desember 2014

Budidaya Jahe Emprit Dalam Polybag

Jahe emprit atau dikenal juga sebagai jahe Sunti merupakan jenis jahe dengan rimpang kecil, rata cenderung pipih dan tidak mengembung. Kelebihan jahe ini dibanding dengan jenis lainya adalah kandungan gingerol, zingeron, dan shogaol yang dimiliki jahe emprit lebih tinggi dibandingkan dengan jenis yang lain, hal ini menyebabkan  jahe emprit memiliki rasa pedas dan lebih panas. 
Dalam pemanfaatanya jahe emprit sering digunakan sebagai obat tradisional herbal. Jahe emprit dan jahe merah sering digunakan untuk bahan pembuatan produk ekstrak oleoresin dan juga minyak atsiri. Cara dan teknik budidaya jahe emprit secara umum sama dengan jenis jahe lainya seperti jahe gajah dan jahe merah. 
 Penyiapan Media Tanam Jahe Emprit 
Sebelum melakukan pembibitan terlebih dahulu kita siapkan media tanam. Media tanam tidak jauh berbeda dengan tanaman lainya, yaitu tanah atau sekam dan dicampur dengan pupuk kandang Penyiapan Benih Jahe Emprit Untuk benih diambil dari tanaman induk yang sehat dan berusia lebih dari 9 bulan. Bobot rimpang benih yang ideal kurang lebih 20-40 gram. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan PHEFOC (Pestisida Herbisida E Fungisida O C) selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup PHEFOC ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan PHEFOC telah siap untuk digunakan). Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh SOT sekitar 6 jam. ( Larutkan 5 tutup SOT dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering. Benih telah siap disemaikan. Penyemaian benih berlangsung antara 3-4 minggu hingga muncul tunas. 

Selamat mencoba, salam budidaya.